People Innovation Excellence

Marvel Creative Day Out Mengenal Lebih Dekat Seniman-Seniman Marvel Asal Indonesia

Genmuda – Kalau ngedenger kata Marvel, yang terlintas di pikiran kamu mungkin engga bakal jauh-jauh dari berbagai superhero-nya yang keren parah. Tapi, di balik ketenaran dan pengaruh Marvel yang sebegitu besarnya, sebenarnya ada pula peran dari sejumlah seniman muda Tanah Air loh, Kawan Muda.

Bekerjasama dengan Binus Northrumbia School of Design, The Walt Disney Company Southeast Asia baru aja nyelenggarain acara Marvel Creative Day Out, Kamis (7/4). Lewat acara tersebut, Disney berupaya ngenalin seniman-seniman berbakat Tanah Air buat menginspirasi Generasi Muda Indonesia agar bereksplorasi dengan kreativitas mereka dan memperluas perspektif mereka di industri kreatif.

Lantas, siapa aja sih seniman yang udah dikenalin Disney di Binus Northrumbia School of Design Campus, FX Lifestyle Center? FYI, para seniman tersebut merupakan beberapa talenta lokal yang yang saat ini masih terlibat dalam pembuatan beragam komik serta karya-karya Marvel yang lainnya. Mereka adalah Ario Anindito, Jessica Kholline, Rhoald Marcellius, dan Miralti Firmansyah.

9I4A8733

Lebih lanjut, Ario mulai bekerja buat Marvel di tahun 2014 lewat serial ‘Wolverines’ dan saat ini lagi ngegarap patung karakter Marvel kayak Ladi Sif dan Beta Ray Bill. Doi bertindak sebagai penciler, yang bertugas buat nerjemahin naskah komik ke panel gambarnya. Uniknya, doi lebih suka bekerja secara manual pakai pensil ketimbang pakai bantuan digital.

Nah, sama kayak Ario, Rhoald dan Alti juga terlibat di komik-komik Marvel sebagai penciler. Tapi, engga kayak Ario yang lebih suka kerja manual, Rhoald dan Alti malah lebih condong ke digital. Perjalanan awal keduanya pun terbilang menarik, soalnya mereka bisa dapat kesempatan kerjasama bareng Marvel lewat prosesportfolio review.

Sebaliknya, engga kayak ketiga rekannya, Jessica justru berperan sebagai seorang colorist, yang bakal ngelanjutin kerjaan penciler buat ngasih dan nyesuain warna buat karakter sekaligus latar belakang pada komik. Udah jadi colorist komik dari tahun 2009, proyeknya bersama Marvel antara lain terdiri dari ‘X-Treme X-Men’, ‘Star Lord & Kitty Pryde’, dan ‘Guardians Team-Up’.

DSC07934-1024x768

Well, kalau ditanya soal berapa lama waktu yang dibutuhin buat ngerjain satu proyek, Ario ngungkapin kalau biasanya doi ngerjain satu lembar per hari, tapi tergantung sama halamannya. Lain halnya dengan Jessica, doi justru minimal ngerjaih dua halaman per hari, tapi tergantung sama detail dan teknik pewarnaannya.

Selanjutnya, kalau ngomongin soal deadline, Jessica ngejelasin pula kalau deadline buat satu judul komik biasanya bakal berkisar sekitar 4 sampai 6 minggu, nyesuain sama kapan komik tersebut diterbitin. Sialnya buat Ario, doi ternyata pernah ngalamin yang namanya telat dapat naskah, tapi deadline-nya tetap sama alias engga diundur loh.

Bukan cuma itu, Ario ternyata juga punya pengalaman tersendiri terkait masalah revisi nih, Kawan Muda. Menurutnya, klien di sini justru lebih gokil daripada Marvel. “Permintaan revisinya justru lebih keji klien di sini daripada Marvel. Saya jadi curiga dan parno sendiri,” beber Ario.

DSC07960-1024x768

Terlepas dari itu, buat kamu yang berniat ngikutin jejaknya maupun Jessica, Rhoald, dan Alti, Ario punya pesan nih, Kawan Muda. “Paling penting kalau mau jadi komikus adalah belajar bikin storytelling sama flow. Sering-sering aja baca komik sama pajang-pajang gambar di internet atau gabung agensi. Biasanya di Comic Con juga ada portfolio review,” tutup Ario.

Engga ketinggalan, Marvel Creative Day Out turut ngehadirin Senior Manager Franchise Marketing & Development The Walt Disney Company (Southeast Asia) Jamie Turner dan Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Hari Santosa Sungkari. Di samping itu, ada pula pameran beragam karya seni yang terinspirasi dari Marvel serta live drawing dari keempat seniman narasumber. Pokoknya seru banget deh acaranya, Kawan Muda!

Sumber :

Marvel Creative Day Out, Mengenal Lebih Dekat Seniman-seniman Marvel Asal Indonesia


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close